Inu Santoso Generasi Milenial Penggemar Burung Hwamei

oleh -2.786 views

Globalkicau – Dekade 1990-an hingga awal dekade 2000-an, popularitas Burung Hwamei bisa disejajarkan dengan tiga burung lokal: cucakrowo, anis kembang, dan anis merah. Burung asli dari daratan Cina ini mempunyai karakter Suaranya yang merdu, keras, selalu fight, dengan gaya menggetarkan kedua sayapnya.

Memelihara Hwamei dapat mendatangkan potensi ekonomi yang menjanjikan. Akan tetapi untuk mendapatkan atau menghasilkan Hwamei gacor saat lomba tentu melakukan perawatan ekstra. “Hwamei yang dibiasakan lomba adalah jenis jantan. Karena karakternya sedikit liar, jadi perlu pendamping betina agar bisa dikontrol birahinya,” ungkap Inu Santoso.

Hwamei betina juga berperan dalam meningkatkan mental Hwamei jantan. Pendampingan ini dilakukan ketika dijemur di bawah terik matahari pagi. Supaya burung sedikit nyaman setelah lomba. Dengan demikian, Hwamei yang terkadang mengalami stress dapat disembuhkan. Cara ini sangat efektif dilakukan saat sampai di rumah sesudah lomba.

Saat disinggung kenapa selalu membawa Hwamei setiap latihan menggunakan Sangkar RADJA Anis? pria penghobi sepeda balap ini menuturkan, ukuran diameter sangkar Anis dari RADJA cocok dan membuat burung cukup nyaman ketika berada diatas gantangan. /RG