Perawatan Mabung Murai Batu TJOKRO Dorong Ekor

oleh -4.069 views

Globalkicau – Penyebab kondisi mabung ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon pada burung, terutama hormon reproduksi. Bulu yang hilang pada proses mabung akan tergantikan oleh bulu baru, namun untuk pembentukan bulu yang baru ini diperlukan protein sekitar 25% lebih banyak dibanding porsi biasanya.

Gizi buruk, stress pada burung dan kondisi lingkungan yang berisik membuat burung tidak nyaman dan gelisah saat menjalani proses mabung. Untuk menghindari hal-hal tersebut selama masa mabung/molting, pemilik burung harus memastikan kebersihan serta ketercukupan nutrisi yang memadai untuk si Murai.

Belajar dari pengalaman tersebut,  Indra  & Rahmat Murai dari Anni Bakery Karawang telah berjasil bersama Tjokro melewati proses mabungnya dengan berhasil. “kami bukanlah siapa – siapa, tidak mengenal siapapapun, apakah Panitia maupun team juri. Benar – benar hanya mengandalkan kondisi Tjokro yang baru kelar mabung,” ungkap Chandra sebagai perawatnya.

Turun apa adanya dan hanya mengandalkan kualitas jagoan, murai batu Tjokro yang tergolong berusia muda ( 2 kali mabung ) tidak disangka sukses memboyong trophy Bandung Lautan Api beberapa pekan lalu.Tampil lebih edan, suara tonjolan kasar – kasar, gayanya juga mantap di tangkringan atas, sambil terus menerus nembak, dengan volume tembus hingga terdengar sampai keluar lapangan menjadi ciri khas Murai Batu Tjokro.

Prestasi ini makin menegaskan, murai batu muda hasil ternakan PRM Subang mampu menampilkan aksi terbaik meski dikerumuni burung – burung mapan dan memiliki tradisi juara yang kuat di Piala Raja ala PBI. “Sangkar RADJA spike German menjadi Hoki bagi kami, bukan apa-apa, burung terlihat nyaman dan percaya diri ketika diatas gantanngan,” papar Chandra sambil tersenyum. /RG